31.7 C
New York
Wednesday, June 26, 2024

Sejarah Angkutan di Indonesia

Jakarta, MISTAR.ID

Berbicara tentang angkutan nasional, Indonesia tidak terlepas dari DAMRI. Bertepatan dengan Hari Angkutan Nasional yang jatuh pada hari ini, Rabu (24/4/24), Indonesia tentu juga akan merayakan berdirinya DAMRI di Indonesia.

DAMRI pertama kali didirikan pada tahun 1943 selama masa pendudukan Jepang. Saat ini, DAMRI menggunakan dua jenis kendaraan, yaitu Unyu Zigyosha dan Zidosha Sokyoko. Unyu Zigyosha merupakan angkutan barang dengan truk dan gerobak atau cikar.

“Sedangkan Zidosha Sokyoko untuk angkutan orang menggunakan motor dan bus,” seperti yang tertulis dalam keterangan PPID DAMRI.

Namun, setelah kemerdekaan Indonesia, kedua institusi ini mengalami perubahan nama dua tahun kemudian. Jawa Unyu Zigyosha menjadi Djawatan Pengangkutan, sedangkan Zidosha Sokyoko menjadi Djawatan Angkutan Darat.

Baca juga: DAMRI Sediakan 1.093 Bus untuk Natal dan Tahun Baru

Pada tahun 1946, Kementerian Perhubungan RI mengeluarkan Maklumat Menteri Perhubungan RI No.01/DAM/46 yang menggabungkan Djawatan Pengangkutan dan Djawatan Angkutan Darat menjadi Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI), bertugas menyelenggarakan layanan angkutan darat dengan bus, truk, dan kendaraan bermotor lainnya.

Perkembangan DAMRI terus berlanjut hingga tahun 1961, di mana statusnya berubah menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara (BPUPN) sesuai dengan PP Nomor 233 Tahun 1961.

Namun, status BPUPN dibatalkan pada tahun 1965, dan DAMRI ditetapkan sebagai Perusahaan Negara (PN). Status DAMRI kembali berubah pada tahun 1984 setelah dikeluarkannya PP Nomor 30 Tahun 1984, yang mengubahnya menjadi Perusahaan Umum (Perum).

Related Articles

Latest Articles