28 C
New York
Thursday, July 18, 2024

Indonesia Dibanjiri Lansia Pada 2035

Jakarta, MISTAR.ID

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Indonesia akan dibanjiri orang dengan lanjut usia (lansia) pada rentang tahun 2035-2040. Dimana, lansia diperkirakan mencapai 17 hingga 20 persen dari total populasi.

Peneliti dari Pusat Riset Kependudukan BRIN, Resti Pujihasvuty menyatakan bahwa jumlah lansia mencapai dua kali lipat dari tahun 2020 yang berjumlah 26 juta jiwa. Atau menjadi sekitar 48 juta jiwa pada periode tersebut.

“Dengan prediksi proporsi lansia yang semakin meningkat, kita punya tugas untuk memastikan lansia di masa mendatang tetap dapat produktif dan berkontribusi pada perekonomian negara,” ujar Resti Pujihasvuty, seperti dilansir dari Antara, Minggu (23/6/24).

Untuk mengantisipasi perubahan demografis ini, BRIN berfokus pada literasi dan edukasi mengenai kesehatan fisik dan mental bagi lansia. Dari sisi ekonomi, Riset dari Universitas Respati Indonesia (URINDO) menunjukkan seorang lansia sehat dan tetap produktif dapat memiliki penghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan.

Baca juga: Peneliti BRIN Akui Piramida Toba Tak Tercatat di Naskah Kuno Batak

Di sisi lain, anggota keluarga yang mengasuh lansia dalam kondisi sakit diasumsikan kehilangan sedikitnya Rp 4 juta setiap bulan.

“Jadi memang kondisi kesepian memiliki aspek negatif terhadap kesehatan jiwa lansia, mulai dari menyebabkan depresi, percobaan bunuh diri, tekanan psikologis tinggi, kecemasan, hingga skizofrenia,” jelas Resti.

Resti juga menyebutkan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi lansia yang mengalami gangguan jiwa ringan sebesar 12,8 persen. Sementara, prevalensi lansia yang mengalami depresi sebesar 7,7 persen.

“Tak hanya itu, kesepian juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan fisik, seperti serangan jantung, stroke, kanker, diabetes, alzheimer, hingga kematian dini pada lansia. Penting bagi lansia untuk memiliki hubungan dan interaksi sosial yang positif dengan keluarganya, serta komunitas sebaya guna menjaga keterhubungan lansia dengan lingkungan sekitarnya,” tambah Resti. (antara/hm20)

Related Articles

Latest Articles