Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
NASIONAL

6 Daerah di Lampung Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 05.30 WIB
6_daerah_di_lampung_terdampak_abu_vulkanik_gunung_anak_krakatau

Erupsi gunung Anak Krakatau (Foto: Istimewa/Mistar)

Bandar Lampung, MISTAR.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap enam wilayah di Provinsi Lampung. Penyebaran abu vulkanik dipengaruhi perubahan arah dan kecepatan angin.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan abu vulkanik telah terdeteksi di sejumlah kabupaten dan kota.

"Abu vulkanik mulai terdampak di beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, antara lain Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat," ujar Rahmat Mirzani Djausal, Senin (7/9/2026).

Enam Daerah Terdampak

Enam wilayah yang disebut terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdiri dari:

  1. Lampung Selatan
  2. Kota Bandar Lampung
  3. Pesawaran
  4. Pringsewu
  5. Tanggamus
  6. Pesisir Barat

Mirza menjelaskan, arah pergerakan angin menuju barat laut sehingga abu vulkanik belum menjangkau seluruh wilayah Lampung.

Pada Sabtu (5/9/2026), arah angin sempat berubah dari barat daya hingga barat laut. Perubahan tersebut menyebabkan abu vulkanik mulai terbawa menuju wilayah Lampung.

Menurutnya, luas wilayah yang terdampak abu sangat bergantung pada kondisi angin serta ketinggian erupsi.

"Abu vulkanik ini tergantung dari kencangnya angin dan juga ketinggian erupsi itu sendiri," katanya.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sempat berhenti pada Minggu dini hari. Namun, erupsi kembali terjadi pada Minggu pagi hingga siang.

Pemprov Lampung bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Secara visual, kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini tertutup kabut sehingga asap kawah tidak dapat diamati.

"Abu vulkanik juga terus bergerak ke arah barat daya dan sedikit ke arah barat laut. Tentunya kondisi ini dipengaruhi arah angin pada hari sebelumnya yang bertiup dari barat laut maupun utara," jelas Mirza.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Pemprov Lampung mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama paparan abu vulkanik masih terjadi.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker atau pelindung pernapasan. Pintu, jendela, ventilasi, dan celah masuk udara lainnya juga disarankan ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.

Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah.

"Yang kami bisa sampaikan kepada masyarakat hari ini, masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BPBD Lampung, Pusdalops, serta instansi berwenang lainnya," ujar Mirza.

Radius Aman 5 Kilometer

Pemprov Lampung juga menetapkan radius aman di sekitar Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dilarang mendekati kawasan gunung hingga radius 5 kilometer.

Imbauan tersebut juga berlaku bagi masyarakat Pulau Sebesi. Warga diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN