5.9 C
New York
Tuesday, March 5, 2024

Selama 24 Hari, PAD dari 22 Titik E-Parking di Medan Naik 150 Persen

Medan, MISTAR.ID

Penerapan e-parking pada 22 titik di Medan terbukti meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD). Selama 24 hari penerapan sejak 18 Oktober lalu, perolehan PAD dari 22 titik lokasi parkir tepi jalan ini sebesar Rp200 juta. Sebelum penerapan e-parking, perolehan selama 24 hari hanya berkisar Rp80 juta.

“Ada peningkatan pendapatan lebih dari 150 persen dari 22 titik lokasi parkir elektronik,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution, Jumat (12/11/21) sore.

Bobby mengemukakan, selain meningkatkan PAD, penerapan e-parking juga untuk memberikan pelayanan maksimal dan kenyamanan kepada pengguna jasa parkir. “Tarif dalam parkir elektronik di tepi jalan ini bersifat flat, tidak tergantung waktu,” ungkap Bobby Nasution, seraya mengatakan metode pembayaran bisa menggunakan QRIS ataupun uang elektronik.

Baca Juga:Pakai E-Parking, Dishub Medan Targetkan PAD Naik 3 Kali Lipat

Dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Zainul Arifin itu, Bobby sempat juga mendekati salah seorang warga yang baru saja memarkirkan mobilnya. Saat itu seorang juru parkir dengan peralatan elektroniknya sudah mendekat hendak menjalankan tugasnya.

Bobby berdialog dengan warga bernama Mega dan juru parkir. Dalam dialog tersebut, Bobby menanyakan kepada warga apakah sebelumnya sudah pernah membayar parkir secara elektronik. Warga itu mengatakan belum pernah.

Kemudian Bobby menerangkan kepada warganya, pembayaran parkir elektronik dilakukan di awal, yakni sebelum pengemudi meninggalkan kendaraan. Kemudian Bobby menawarkan untuk membayarkan parkir warga tersebut.

Warga itu pun tampak gembira. Lalu Bobby membayarkan parkir warga tersebut dengan menggunakan uang elektronik. Hanya beberapa detik, struk pembayaran pun keluar dari peralatan juru parkir.

Bobby kemudian bertanya kepada warga tersebut mana lebih suka, membayar secara elektronik atau tunai? Warga tersebut menjawab lebih senang secara elektronik. Alasannya, tarif parkir jadi lebih jelas, tidak sesuka hati juru parkir menerapkan harganya.

Baca Juga:Puluhan Jukir di Medan Tolak Penerapan E-ParkingĀ 

Selanjutnya, Bobby berdialog dengan juru parkir. Dalam dialog itu, juru parkir mengaku lebih senang dengan sistem pembayaran elektronik. “Lebih gampang. Awalnya memang kurang yakin, tapi setelah dijalani ternyata lebih bagus. Dan sekarang kita sudah punya gaji bulanan dari perusahaan,” ungkapnya.

Bobby kemudian mengatakan, Pemko Medan berencana akan menambah titik lokasi penerapan parkir elektronik. Namun, tentunya kembali kepada prilaku dan kesiapan masyarakat. Karena itulah, lanjut Bobby, Pemko terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar terbiasa dengan penerapan e-parkir. (anita/hm12)

Related Articles

Latest Articles