18.4 C
New York
Saturday, June 15, 2024

IPB Training, BPDPKS dan DitjenBun Latih Petani Budidaya Sawit yang Baik

Medan, MISTAR.ID

Institut Pertanian Bogor (IPB) Training diberi amanah oleh pemerintah untuk melaksanakan pelatihan kepada 90 petani dari Kabupaten Asahan berupa Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit (PTBKS) dalam rangka pelatihan pengembangan SDM PKS Tahun 2024 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) angkatan 4, 5 dan 6 pada tanggal 10-14 Juni 2024 di Hotel Grandhika Medan.

Perwakilan IPB, Hariyadi menyebutkan, pelatihan ini kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (DitjenBun) dan IPB Training. Pelatihan ini 100% didanai oleh BPDPKS.

Dikatakan Hariyadi, BPDBKS adalah badan yang menyalurkan dana dari sawit untuk kepala sawit. Pemerintah memotong dari dana ekspor sawit untuk keperluan pemberdayaan dan pengembangan sawit, termasuk salah satunya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca juga:Masyarakat Adat dan Petani Desak BPN Sumut Selesaikan Redistribusi Tanah Obyek Landreform

“Selain pelatihan ini, ada juga program lain seperti beasiswa putra putri petani sawit dan peningkatan sarana prasarana untuk kelapa sawit. Kemudian program mendampingi sawit di dalam mendapatkan sertifikasi,” jabarnya kepada peserta.

Kelapa sawit, kata Heriyadi menjadi tanaman satu-satunya bagi Indonesia dan menjadi amat sangat penting. Karena kalau tidak ada kelapa sawit sejak tahun 2000 negara Indonesia sudah bangkrut. Sebab di tahun 1998 lalu Indonesia mengalami suasana yang luar biasa yakni krisis moneter. Tidak hanya Indonesia, tapi dunia juga mengalami gejala ekonomi yang luar biasa.

“Salah satu yang menyelamatkannya adalah pertanian khususnya kelapa sawit dan perkebunan lainnya. Jadi, ada 90 orang peserta. Semoga bisa menjadi petani yang pintar, cerdas dan berkualitas,” ucap Hariyadi.

Lanjutnya, sampai saat ini sawit juga menjadi andalan utama Indonesia. Karena setiap tahun pemerintah mendapatkan dana devisa dari kelapa sawit tidak kurang dari Rp 600 triliun per tahun. Sementara dari komoditas minyak dan gas hanya Rp 200 triliun.

Baca juga:Setelah Sempat Dikeluhkan Petani, Pupuk Subdisi Akhir Disalurkan

“Mari kita jaga dan kita wujudkan sawit Indonesia itu betul-betul sawit yang berkelanjutan. Saat ini menurut data resmi pemerintah bahwa luas lahan sawit kita adalah 16,38 juta hektar. Dan, 42% atau 6,8 juta hektar adalah lahan milik petani. Sedangkan 53% atau 8,7 itu lahan milik perusahaan swasta,” sebutnya.

Sementara milik pemerintah sendiri itu kurang dari 1 juta hektar. Jadi, lebih luas milik rakyat hampir 7 kali lipat dibandingkan milik pemerintah. Sehingga harus dijaga kebun rakyat itu agar betul-betul berkelanjutan. Karena banyak isu-isu di lapangan dan kenyataannya kebun rakyat ini produksinya masih rendah.

Dalam kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumut diwakili Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, Banua Pane berharap agar peserta yang hadir semangat untuk mengikuti pelatihan.

“Nikmati fasilitas ini. Saling mengisi, saling menutupi. Apapun tantangannya akan selesai,” imbuhnya.

Baca juga:Lewat Program Intercrop Kentang TPL, Petani Panen Hingga 6,5 Ton

Sebelumnya ada sambutan dari Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan) diwakili Koordinator/ketua kelompok bidang SSP standarisasi sertifikasi profesi, Eka Herrisuparman, Direktur Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan melalui Ketua sekretariat Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit, Herly Kurniawan dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan yang diwakilkan Kabid Perkebunan, Sofyan Arifin.

Adapun Tim Trainer IPB yakni Hariyadi, Sri Hermawan, Sofyan Zaman, Lili Dahliani dan Budi Nugroho (anita/hm16)

Related Articles

Latest Articles