27.8 C
New York
Thursday, July 25, 2024

Hotma: Setiap Elemen Masyarakat Harus Ikut Andil Menyelesaikan Permasalahan Judi Online

Medan, MISTAR.ID

Judi online di Indonesia telah menjadi masalah serius dengan berbagai dampak sosial di masyarakat. Tahun ini saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memblokir 4.000 rekening yang terkait dengan aktivitas judi online.

Pemerintah juga berupaya memberantas judi online melalui pemblokiran situs serta mengedukasi masyarakat.

Dampak sosial dari judi online termasuk meningkatnya angka perceraian, di mana banyak pasangan mengajukan cerai karena kecanduan judi salah satu pasangan. Hal ini mencerminkan gangguan signifikan pada kehidupan keluarga dan stabilitas sosial.

Baca juga:Judi Online Marak, Psikolog: Dari Iseng Menjadi Obsesi Tidak Sehat

Akademisi sekaligus Kepala Program Studi Sejarah Peradaban Islam UINSU, Dr Hotmatua Paralihan Harahap mengatakan, persoalan masyarakat saat ini adalah mental yang terlalu simplisistik untuk mencari kekayaan dengan mudah.

“Bahkan dari zaman Nabi Adam belum ada cara menjadi kaya dengan mudah. Kerja keraslah yang ada jika ingin menjadi kaya,” katanya saat ditemui mistar.id, Jum’at (14/6/24) siang.

Namun, ia meminta agar persoalan ini tidak semata-mata dibebankan bagi masyarakat yang terlibat dalam judi online.

Baca juga: PPATK Sebut Saat Ini Transaksi Judi Online Rp600 Triliun

“Tapi jangan timpakan semua masalah pada mereka, bisa jadi tokoh-tokoh, pemikir-pemikir, pemuka-pemuka tidak pernah memikirkan mereka, itu satu persoalan,” jelasnya

“Patologi sosial yang terjadi saat ini, jangan salahkan mereka. Bisa saja karena lembaga kepolisian, lembaga pendidikan, dan lembaga yang bertanggung jawab untuk ekonomi, tidak pernah atau kurang memperhatikan mereka sehingga terjadi seperti itu,” tambahnya.

Hotma berpandangan bahwa persoalan-persoalan sosial yang terjadi saat ini secara hukum sosial mereka juga banyak yang korban. Namun dia bukan mentolerir, tapi akar permasalahannya bukan dari mereka sendiri.

“Semua harus kita benahi pelan-pelan.  Setiap elemen masyarakat mesti terpanggil untuk menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya. (azmie/hm17)

Related Articles

Latest Articles