30.6 C
New York
Tuesday, July 9, 2024

Hobi Bawa Rezeki, Mulai Arsipkan Kaset Jadi ke Digital Hingga Bikin Perusahaan Rekaman

Medan, MISTAR.ID

Hobi mengoleksi kaset-kaset lama ternyata membawa berkah bagi Reza Adhitya Pohan (45). Sejak menggelutinya pada tahun 1997 lalu, Reza bisa mendapat penghasilan dari mengarsipkan musik Indonesia analog ke bentuk file digital.

Saat disambangi mistar.id di kediamannya, Jalan Abadi, Komplek Zilenia, Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Rabu (12/6/24), Reza mengisahkan bagaimana dia mendapat pemasukan tambahan dari koleksi kaset-kaset tersebut.

Ketika itu dia ditawari kontrak oleh yayasan Irama Nusantara, yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), untuk mengumpulkan kaset-kaset pita.

Baca juga: Jual Beli Kaset dan Komik Bekas Milik Jhon Fawer untuk Kolektor

Reza harus mengonversi isi kaset analog itu menjadi file digital sebelum mengirimnya ke yayasan berpusat di Jakarta.

“Jadi awalnya tahun 2023 ditawari kontrak. Mengarsipkan musik Indonesia dari analog menjadi file digital. Dari sana dimasukkan website yang bernama iramanusantara.org,” ungkap Reza.

Tanpa pikir panjang, Reza pun menerima kontrak tersebut dan mendapat tugas untuk mengumpulkan 200 kaset pita dalam waktu 100 hari.

Semula, kaset yang dikumpulkan harus berisi musik-musik tradisional asal Sumatera Utara, seperti Karo, Melayu dan Batak. Namun dalam perjalannya, Reza menghadapi kendala untuk menemukan kaset-kaset sejenis.

Beruntung, ia kemudian diperbolehkan mengutip kaset-kaset bergenre pop dan rock.

Baca juga: Jimi Jazza & Monkey To Millionaire Rilis Album Dalam Format Kaset

“Dalam perkembangannya nggak semua dapat tradisional. Alhasil ke musik pop dan rock yang berasal dari Medan. Jadi yang kita kirim itu 60 persen tradisional dan 40 persen pop dan rock. 70 persen artis yang berasal dari Medan, 30 persen dari daerah,” lanjut pria berkacamata itu.

Untuk mencari kaset-kaset pita itu, Reza harus mengeluarkan biaya. Ia membayar sewa bagi para pemilik yang dipinjamnya. Selain itu, ongkos kirim juga menjadi tanggungan Reza.

“Kita sewa. Kadang juga kasetnya berjamur, harus kita bersihkan. Itu juga tantangan kita kan. Kalau nggak kita bersihkan nanti suaranya macet-macet. Abang tau lah gimana kaset pita kalau macet,” ucapnya tertawa, sembari menirukan bunyi kaset pita macet.

Lebih jauh, Reza menerangkan musik yang menjadi targetnya untuk dikoleksi keluaran tahun 70 an hingga tahun 2003. Selain itu, kaset tersebut juga harus memiliki cover.

Baca juga:8 Kategori Topik Dicari Netizen Indonesia di Google Selama 2023

“Harus ada cover bang. Jadi sebelum kita kirim, covernya itu harus kita scan. Makanya banyak terkendala di cover itu,” bebernya.

Usai menyelesaikan kontrak itu, Reza pun mengaku menjadi freelance di iramanusantara.org. Pasalnya, program Kemendikbud itu hanya berdurasi 3 bulan.

“Kontrak ku cuma 3 bulan (100 hari) karena programnya cuma berdurasi segitu,” sebutnya.

Pun begitu, Reza yang melihat peluang itu langsung mendirikan Parttime Kolektor. Brand tersebut dibuatnya untuk menerima dan menjual kaset-kaset pita.

“Parttime Kolektor artinya aku ini part time aja di sini. Kolektor yang lepas,” jelas pria yang mengaku memiliki usaha jahit kebaya dan gaun pengantin itu.

 

Tingkatkan Kualitas Personel, Setum Polda Sumut Gelar RakernisBikin Perusahaan Rekaman

Selain mendirikan Parttime Kolektor, Reza yang menyenangi musik-musik bergenre rock kemudian berinisiatif menjajaki dunia rekaman. Saat ini, Reza telah mendirikan perusahaan rekaman dengan nama Parttime Rekords yang berdiri sejak Agustus 2023.

Meski belum lama menjalankan bisnis itu, Reza mengaku sudah mengeluarkan 11 album yang dikemas di kaset pita. Ke-11 album itu berasal dari musisi-musisi Medan, Jakarta, Lombok hingga luar negeri.

“Malaysia juga ada. Saat ini aku udah deal dengan musisi Inggris. Dua atau tiga minggu lagi mungkin dengan musisi asal Korea,” tuturnya.

Dijelaskannya, musisi-musisi tersebut kebanyakan berasal dari band-band Indie. Dirinya juga membatasi produksi kaset dengan hanya merilis sebanyak 100 kaset.

“Dikit-dikit aja bang. Paling cuma 100, terus aku pasarkan lewat sosmed atau e-commerce lainnya,” lanjutnya.

Baca juga: Ed Sheeran Blusukan di Jakarta

Disinggung soal biaya produksi, Reza mengaku tidak terlalu besar dalam mengeluarkan modal.

“Untuk biaya sekali produksi hingga royalti Rp2,5 sampai Rp3 juta sekali rilis,” ungkapnya.

Dalam pengerjaannya pun terbilang relatif singkat, yakni satu bulan. Mulai dari negosiasi dengan band atau musisi hingga produksi dan pemasaran.

“Aku cari band yang sudah ada materi lagunya. Untuk royalti kadang juga aku kasih pakai kaset. Terserah mereka mau dijual atau apa,” sambungnya.

Terkait harga per kaset hasil recording Part time Records, Reza memberi harga yang relatif terjangkau.

“Berkisar Rp70 sampai Rp 80ribu,” pungkasnya. (putra/hm17)

Related Articles

Latest Articles