28.5 C
New York
Tuesday, June 18, 2024

Truk Kemanusiaan Warga Palestina Tiba di Dermaga Apung Buatan AS

Gaza, MISTAR.ID

Untuk perdana truk-truk memuat bantuan kemanusiaan yang begitu diperlukan warga Palestina melintasi dermaga apung buatan Amerika Serikat (AS) menuju Jalur Gaza, pada Jumat (17/5/24).

Pendistribusian itu merupakan yang pertama dalam operasi yang diprediksi para pejabat militer AS bisa mencapai 150 unit truk per hari. Tetapi beberapa organisasi bantuan mewanti-wanti, jika jumlah itu belum cukup dalam mengatasi kekurangan makanan dan pasokan krusial lainnya di Gaza.

Juru Bicara (Jubir) Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby menyampaikan, lebih dari 300 palet bantuan tengah dalam pengiriman awal dan diberikan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sedang bersiap untuk mengirimkan ke warga Gaza yang memerlukan.

Baca juga:Dampak Serangan ke Palestina, FIFA Rapat Darurat Bahas Sanksi ke Israel

Hanya Negara Paman Sam, PBB dan berbagai kelompok bantuan mewarning proyek dermaga terapung ini bukan pengganti permanen pengiriman lewat jalur darat yang bisa mendatangkan semua makanan, air dan bahan bakar yang dibutuhkan di Gaza.

“Lebih dari 2 juta orang di seluruh Gaza begitu memerlukan makanan, tempat tinggal, obat-obatan dan bantuan lainnya, sangat penting terhadap komunitas donor internasional dalam memaksimalkan semua cara yang tersedia untuk memberikan bantuan bagi orang-orang yang memerlukan,” imbuh Samantha Power selaku Kepala Lembaga Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

Disampaikan, dalam 2 minggu terakhir, makanan dan bahan bakar yang masuk ke Gaza sudah melambat ke fase yang sangat rendah, cuma 100 truk bantuan yang masuk ke Gaza setiap hari, jauh lebih sedikit dari 600 truk yang diperlukan setiap hari dalam mengatasi ancaman kelaparan.

Baca juga:Irlandia Berencana Akui Negara Palestina Sebelum Akhir Mei 2024

“Dermaga yang dibuka hari ini tak menukar penyeberangan darat ke Gaza, yang seluruhnya harus beroperasi dengan kapasitas dan efisiensi maksimum. Setiap saat kala penyeberangan tidak dibuka, truk tak bergerak, atau ketika bantuan belum bisa dengan aman didistribusikan, bakal meningkatkan korban jiwa yang sangat besar akibat konflik ini,” ucap Power.

Pasokan di daerah Palestina sangat terbatas dampak kontak senjata sengit dan pembatasan Israel terhadap penyerbuan perbatasan. Rasa frustrasi di AS atas kurangnya usaha Israel untuk meningkatkan aliran bantuan sudah mendorong pembangunan dermaga.

Sebelum pertempuran, rata-rata lebih dari 500 truk bantuan memasuki area Palestina setiap harinya. (mtvn/hm16)

Related Articles

Latest Articles