26.8 C
New York
Wednesday, June 19, 2024

Suhu Udara 51 Derajat Celcius, Ratusan Jamaah Haji Meninggal Dunia di Makkah

Riyadh, MISTAR.ID

Ratusan jamaah haji tercatat dinyatakan meninggal dunia bersamaan serangan panas menyengat di Mekkah, Arab Saudi, dengan suhu udara mencapai 51,8 derajat celcius.

Mayoritas jamaah yang meninggal dunia itu berasal dari Indonesia meski serangan panas bukan menjadi penyebab utamanya.

Tercatat 23 warga negara Tunisia meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji tahun ini dengan sejumlah keluarga masih mencari kerabatnya yang hilang di rumah sakit Arab Saudi seperti dilaporkan Kantor berita negara Tunisia, Agence Tunis-Afrique-Presse.

Baca juga : 557 Jemaah Haji Meninggal di Arab Saudi, 165 Warga Indonesia

Anggota keluarga korban menyebutkan kematian disebabkan cuaca panas ekstrim. Kementerian Luar Negeri Yordania melaporkan enam warganya meninggal dunia karena sengatan panas selama haji yang dilansir di media sosial.

Jumlah korban meninggal dunia telah meningkat menjadi 14, tetapi tidak disebutkan alasan kematian berikutnya. Sementara itu, kantor berita negara Iran, IRINN, melaporkan 11 warga negara Iran meninggal dan 24 dirawat di rumah sakit selama haji.

Namun tidak disebutkan apa penyebab kematiannya. Tiga warga negara Senegal juga meninggal dunia selama haji, menurut laporan Agence de Presse Sénégalaise.

Sedangkan 144 warga negara Indonesia meninggal selama haji, menurut data yang dibagikan Kementerian Kesehatan Indonesia, Rabu (19/6/24). Data itu tidak menyebutkan apakah ada kematian yang disebabkan oleh sengatan panas.

Kepanikan, kebakaran tenda, dan kecelakaan lainnya telah menyebabkan ratusan kematian selama haji dalam 30 tahun terakhir, yang memaksa pemerintah Saudi untuk membangun infrastruktur baru.

Pihak berwenang kini menghadapi tantangan baru dalam melindungi jamaah haji dari panas ekstrem. Sebuah studi tahun 2024 oleh Journal of Travel and Medicine menemukan di tengah meningkatnya suhu global, memburuknya panas mungkin lebih cepat daripada strategi mitigasi.

Baca juga : Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia di Tanah Suci Berjumlah 138 Orang

Sementara sebuah studi yang dikeluarkan pada 2019 oleh Geophysical Research Letters menyebut bahwa ketika suhu meningkat di Arab Saudi yang sudah gersang karena perubahan iklim, jamaah haji akan menghadapi ‘bahaya ekstrim’.

Seorang pejabat kesehatan Saudi menyebut bahwa pihak berwenang tidak melihat adanya kematian yang tidak biasa di antara jamaah haji yang melaksanakan haji selama suhu yang sangat tinggi.

“Alhamdulillah, kami belum melihat adanya angka morbiditas dan mortalitas yang tidak normal atau menyimpang dari angka normal,” kata Jameel Abu Elanain, Kepala Direktorat Darurat Kementerian Kesehatan yang dilansir dari Reuters.

Sejauh ini, lanjutnya, kementerian telah merawat lebih dari 2.700 jamaah haji yang menderita penyakit akibat panas.

“Haji adalah tugas yang sulit, jadi Anda harus mengerahkan upaya dan melakukan ritual bahkan dalam kondisi panas dan berdesakan,” kata seorang jamaah haji asal Mesir.

Jamaah haji menggunakan payung untuk melindungi diri dari matahari, sementara otoritas Saudi telah mengeluarkan peringatan kepada jamaah haji untuk tetap terhidrasi dan menghindari berada di luar ruangan selama jam-jam terpanas di siang hari antara pukul 11 pagi dan 3 sore. (katadata/hm18)

Related Articles

Latest Articles