16.5 C
New York
Saturday, April 13, 2024

Shenzhen China Melarang Konsumsi Kucing Dan Anjing Pasca Covid-19

Kota Shenzhen di Cina telah melarang konsumsi anjing dan kucing sebagai bagian dari tindakan keras terhadap perdagangan satwa liar sejak munculnya virus corona.

Para ilmuwan menduga virus ini ditularkan manusia dari hewan. Beberapa infeksi paling awal ditemukan pada orang yang terpapar dari pasar satwa liar di pusat kota Wuhan, dimana kelelawar, ular, musang, dan hewan lainnya dijual.

Pihak berwenang di pusat teknologi China selatan mengatakan larangan makan anjing dan kucing akan mulai berlaku pada 1 Mei.
“Anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan telah menjalin hubungan yang jauh lebih dekat dengan manusia daripada semua hewan lain, dan melarang konsumsi anjing dan kucing serta hewan peliharaan lainnya adalah praktik umum di negara-negara maju seperti Hongkong dan Taiwan”, kata pemerintah kota dalam pesanan yang diposting pada hari Rabu (1/4/20).

“Larangan ini juga menanggapi permintaan dan semangat peradaban manusia.”
Legislatis top Cina mengatakan pada akhir Februari melarang perdagangan dan konsumsi hewan liar.

Pemerintah provinsi dan kota di seluruh negeri telah bergerak untuk menegakkan keputusa tersebut, tetapi kota Shenzhen yang paling eksplisit tentang memperluas larangan itu untuk anjing dan kucing.

Anjing khususnya dimakan dibeberapa negara Asia.

Liu Jianping, seorang pejabat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Shenzhen mengatakan bahwa unggas, ternak, dan makanan laut yang tersedia bagi konsumen sudah cukup.”Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa satwa liar lebih bergizi daripada unggas dan ternak, ” kata Liu sperti dikutip oleh media pemerintah Shenzhen Daily.

Aturan awal Shenzhen, yang pertama kali diusulkan pada akhor Februari, tampaknya melarang konsumsi penyu dan katak-yang merupakan hidangan umum di China selatan.
Pemerintah kota mengakui telah terjadi kontroversi dan mengklarifikasi bahwa keduanya dapat dimakan.

Kampanye kota untuk menghentikan konsumsi satwa liar telah mendapat pujian dari kelompok-kelompok penyanyang binatang.
“Shenzhen adalah kota pertama di dunia yang menganggap serius pelajaran dari pandemi ini dan membuat perubahan yang diperlukan untuk menghindari pandemi lain,” kata Teresa Telecky, wakil presiden departemen stwa liar untuk Humane Society International.

“Langkah berani Shenzhen untuk menghentikan perdagangan dan konsumsi satwa liar ini adalah model yang harus ditiru oleh pemerintah di seluruh dunia.”

Penerjemah: Julyana Ang
Sumber : CNA News
Editor : Rika Yoesz

Related Articles

Latest Articles