Friday, April 4, 2025
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ketegangan di Bolivia Memuncak, Pemerintah Berseteru dengan Eks Presiden

journalist-avatar-top
Kamis, 31 Oktober 2024 10.33
ketegangan_di_bolivia_memuncak_pemerintah_berseteru_dengan_eks_presiden

ketegangan di bolivia memuncak pemerintah berseteru dengan eks presiden

news_banner

Bolivia, MISTAR.ID

Situasi di Bolivia semakin memanas setelah bentrok antara polisi dan pendukung mantan presiden Evo Morales, yang menyebabkan hampir 30 orang terluka. Bentrokan terjadi pada Selasa (29/10/24) di Kota Mairana, dimana para pengunjuk rasa telah memblokir jalan sejak 14 Oktober sebagai bentuk dukungan terhadap Morales dan upaya untuk mencegah penangkapannya.

Menurut Menteri Kesehatan Bolivia, Maria Rene Castro, sebanyak 29 orang terluka, dengan mayoritas di antaranya adalah polisi. Kepala polisi wilayah Santa Cruz, yang mencakup Mairana, melaporkan bahwa pengunjuk rasa menyerang petugas keamanan.

Evo Morales, yang menjabat sebagai presiden dari 2006 hingga 2019, kini sedang diselidiki atas tuduhan serius, termasuk pemerkosaan dan perdagangan manusia, terkait dugaan hubungannya dengan seorang gadis berusia 15 tahun pada tahun 2015.

Baca Juga : Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Jadi Korban Sasaran Penembakan

Morales mengklaim bahwa tuduhan tersebut merupakan upaya untuk menggagalkan kembalinya ia ke kekuasaan. Para pendukungnya terutama dari kalangan penduduk asli, menyatakan bahwa Morales adalah korban persekusi hukum oleh Presiden Luis Arce, mantan sekutunya yang kini menjadi rival politik.

Ketegangan antara Morales dan Arce semakin meningkat, terutama setelah Morales menuduh bahwa agen negara mencoba membunuhnya di dekat Cochabamba. Sebuah video yang beredar menunjukkan truk pikap yang ditumpanginya penuh dengan lubang peluru dan pengemudinya berlumuran darah.

Pemerintah membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa polisi menembaki kendaraan Morales setelah ia menerobos pos pemeriksaan, dan pihaknya mengklaim bahwa mereka diserang dari salah satu kendaraan dalam konvoi Morales. Ketegangan ini semakin memperburuk situasi di Bolivia, yang juga menghadapi protes terkait kenaikan harga bahan bakar dan makanan. (mtr/hm24)

REPORTER: