6 C
New York
Tuesday, February 27, 2024

Tuntut Fasilitas dan Tolak Penambahan Uang Wisuda, Mahasiswa USI Aksi di Kantor Rektor

Pematang Siantar, MISTAR.ID

Ratusan mahasiswa/i Universitas Simalungun (USI) melakukan aksi di depan ruangan Biro Rektor, Kamis (9/11/23). Ketua Bem Fakultas Hukum Revan dalam orasinya menyampaikan beberapa poin yang menjadi tuntutan aksi, salah satunya pembentukan Bem Universitas.

“Terkait presiden mahasiswa, kami meminta pihak rektorat untuk segera memberikan surat keputusan. Dalam hal ini, kami memberikan waktu 2×24 jam kepada pihak rektorat, jika tidak ada hasil, maka 2 hari ke depan kami akan datang lagi dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak,” ujarnya.

Revan mengatakan, tuntutan yang disampaikan terkait fasilitas diharapkan terealisasi minimal 50 persen dan akan diberikan waktu selama 4 bulan untuk memperbaikinya. Selain itu, Revan juga menyampaikan sangat kecewa dengan pihak Rektor USI yang kini dijabat Sarintan Damanik.

Ia menyebut selama menjabat sebagai rektor, Sarintan tidak pernah hadir ketika diundang mahasiswa dalam berbagai hal dan kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa.

“Seperti kemarin ketika kami dari 5 BEM mau audiensi dengan rektor, namun yang kami temui hanya Wakil rektor (Warek) III beserta seorang Staff, dan pada kesempatan tersebut, seorang staf yang bernama Zige malah membentak serta mengatakan akan menghapus statuta USI,” ungkapnya.

Baca Juga : Buntut Dugaan Plagiasi Karya Ilmiah, Benteng Sihombing Didepak dari Universitas Simalungun

Atas kejadian tersebut, pihaknya juga sangat menyayangkan sikap seorang staf yang sewenang-wenang serta melebihi kapasitasnya.

“Ini menjadi kekesalan kami, kenapa kami datang ke tempat yang kami anggap rumah dan diperlakukan seperti itu. Jangan terlalu sewenang-wenang lah terhadap mahasiswa, kami tau dia sebagai staf dari Warek, tapi ketika bicara kampus, kedaulatan tertinggi itu ada pada mahasiswa, tanpa kami ini mereka jadi apa,” kesalnya.

Selain itu, para demonstran yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir juga menolak atas adanya penambahan biaya sebesar Rp200 ribu yang dianggap mempersulit mahasiswa yang akan wisuda pada November ini.

Aksi yang digagas oleh 5 BEM di USI ini menuntut atas minimnya fasilitas di masing-masing fakultas menyangkut lokasi parkir, kamar mandi, serta ruangan belajar yang kurang layak.

Mahasiswi tingkat akhir dari Fakultas Ekonomi Ida mengatakan, agar seluruh pimpinan di USI lebih bijak ketika membuat suatu kebijakan.

“Mengenai penambahan uang wisuda yang dikeluarkan pada tanggal 1 November, sementara sebelumnya mereka menyampaikan wisuda akan digelar pada bulan ini namun hingga hari ini kami belum mengetahui kapan tanggal wisuda,” katanya.

Related Articles

Latest Articles