Thursday, February 27, 2025
home_banner_first
EKONOMI

UMKM yang Gunakan QRIS Masih 20 Persen di Sumut

journalist-avatar-top
By
Kamis, 27 Februari 2025 15.06
umkm_yang_gunakan_qris_masih_20_persen_di_sumut

Kepala DiskopUKM Sumut, Naslindo Sirait. (f: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Naslindo Sirait, mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggunakan sistem pembayaran QRIS masih sebesar 20 persen di Sumut.

"Sistem pembayaran ini masih terus tumbuh, mudah-mudahan bisa mencapai angka 70 persen," katanya kepada Mistar, di Jalan Jenderal Gatot Subroto KM 5.5 No. 218, Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (27/2/2025).

Naslindo mengatakan, QRIS dinilai lebih memudahkan konsumen karena tidak harus membawa uang saat membeli sesuatu.

"Lebih aman. Misalnya tidak ada kembalian sekian rupiah, kalau pakai QRIS jauh lebih mudah," ucapnya.

Ia menambahkan, dari sisi penjual juga dimudahkan karena tidak perlu khawatir uang hilang dan terjadi pencurian karena sudah digitalisasi.

"Saya pikir metode pembayaran ini bagus karena digagas oleh Bank Indonesia. Kami (Pemprovsu) mendukungnya melalui pameran-pameran yang sudah menyediakan QRIS," ujarnya.

Sambungnya, sering terjadi batal transaksi karena tidak membawa uang cash atau tidak ada kembalian.

"Maka dari itu, DiskopUKM berusaha untuk membina pelaku UMKM menggunakan QRIS. Pengusaha yang kita bina, sudah menggunakan metode pembayaran tersebut," tuturnya.

Saat ini, total UMKM sebanyak 871.650 dengan 99,61 persen mikro, 0,35 persen kecil, dan 0,05 menengah. Kemudian, usaha formal sebesar 1,85 persen yang terbagi atas pemula 38,84 persen dan mapan 61,16 persen.

Sementara itu, akses pembiayaan berada di angka 7,77 persen, inovasi produksi 19,92 persen, dan pemasaran digital 3,73 persen.

Naslindo menyampaikan bahwa DiskopUKM akan terus melakukan literasi menggunakan sistem pembayaran online.

Hal tersebut dilakukan agar pelaku UMKM sadar, sehingga dapat mendaftarkan usahanya untuk melakukan pembayaran online.

"Literasinya bersama perbankan dan Bank Indonesia akan terus kita lakukan ke UMKM yang kita bina," ucapnya. (amita/hm20)

RELATED ARTICLES