34.5 C
New York
Wednesday, July 17, 2024

UMKM Sumut Ekspor Tempe Beku Hingga 60 Ton ke Jepang

Medan, MISTAR.ID

Produk olahan kacang kedelai seperti tempe beku milik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Sumatera Utara (Sumut) kini sudah menjajaki pasar di kanca Internasional seperti Jepang. Tercatat saat ini produk tempe beku ini sudah ekspor hingga 60 ton per bulan.

UMKM milik Hari Handoko ini sudah melakukan ekspor ke Jepang sejak tahun 2020. Uniknya, tempe yang dipasarkan masih dalam kondisi beku (belum matang/masih diragi). “Jadi ini tempenya nanti akan diracik oleh mereka sendiri, ini hanya dikasih ragi dan sisanya mereka yang mengolah dan sudah ada petunjuk pengolahannya di situ,” ujarnya ditemui dalam acara pameran Karya Kreatif Sumut, Kamis (4/7/24).

Handoko mengaku bahwa pengeksporan tempe tersebut mencapai 60 ton setiap bulannya. “Satu hari itu bisa menghabiskan 3 ton kacang kedelai tapi untuk semua jenis pengolahan bukan hanya tempe saja, dan yang ekspor baru tempe beku ini,” jelasnya.

Baca Juga : 400 UMKM Unggul di Sumut Semarakkan KKSU 2024

Dalam hal pengolahan bisnis kacang kedelai binaan Bank Indonesia ini, Handoko juga mengatakan bahwa saat ini ia telah memiliki 13 ribu pabrik olahan kacang kedelai di seluruh Indonesia dengan 126 jenis produk.

“Kalau pameran saya sudah banyak mengikuti sampai ke NewYork dan Kanada dengan jaringan internasional tapi dengan produk yang berbeda-beda. Dengan adanya acara ini saya berharap dapat mengenalkan pada generasi muda bahwa kacang kedelai dapat diolah dengan berbagai macam bentuk,” ucapnya mengakhiri. (dinda/hm24)

Syahrial Siregar
Syahrial Siregar
Alumni STIK-P Medan. Menjadi jurnalis sejak 2008 dan sekarang redaktur untuk portal mistar.id

Related Articles

Latest Articles