22.5 C
New York
Tuesday, June 25, 2024

Sering Dianggap Sepele, Jualan Es Tebu Bisa Menambah Penghasilan

Medan, MISTAR.ID

Berjualan es tebu sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.

Namun, tidak demikian halnya menurut Yalid (68), yang telah berjualan es tebu selama 10 tahun.

Pria yang harus berhenti bekerja sebagai buruh bangunan karena faktor usia ini berjualan es tebu atas saran seorang temannya. Saat ini, Yalid berjualan di Jalan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Baca juga:Penjualan Pernak-Pernik Lebaran 1445 H di Medan Terpantau Sepi

Awalnya, Yalid mengalami kesulitan di 6 bulan pertamanya berjualan. Ketika itu dia memutuskan berjualan di depan gerbang sekolah. Kala itu, Yalid beranggapan bahwa berjualan di depan gerbang sekolah akan meningkatkan omzet.

“Karena saya pikir pasti akan banyak anak-anak sekolah yang akan membeli. Ternyata saya tidak memperkirakan uang saku mereka. Sehari pada waktu itu saya cuma bisa menjual 10 gelas dalam sehari,” ucap Yalid saat ditemui mistar.id di lokasi jualannya, pada Senin (10/6/24).

Kondisi itu membuat Yalid akhirnya memutuskan untuk pindah lokasi. Ia kemudian pindah ke Jalan Sampali, tempat yang dinilai lebih strategis.

Hasilnya tak mengecewakan. Sampai sekarang dia pun enggan untuk pindah tempat berjualan lagi.

Baca juga:Sepeda Listrik Mulai Diminati Warga Siantar, Penjualan Mencapai Ratusan Unit Sebulan

“Ya, namanya jualan minuman pastinya bergantung sekali sama cuaca. Rata-rata penjualan biasanya 80 gelas ke atas dalam sehari. Saya menjualnya dengan harga Rp 3.000 per gelas,” ungkapnya.

Dari penjualan itu, Yalid mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp 250.000.

“Untuk modal awal mungkin sekitar Rp 5.000.000, dimulai dari mesin giling, gerobak, steling dan tebu. Dan untuk sehari pengeluaran saya sekitar Rp 80.000,” sambung Yalid merinci.

Menurut Yalid, dia mulai berjualan sejak pukul 9.00 WIB sampai 18.00 WIB. Sasaran penjualannya adalah pengendara yang lalu-lalang di sana. Namun kini, para pelajar juga mulai ramai berdatangan. Bahkan saat ini dia sudah memiliki pelanggan tetap.

Baca juga:Stadion Teladan Medan Direnovasi, Pedagang Berharap Tetap Bisa Berjualan

“Saya pernah berkeinginan untuk menanam sendiri pohon tebu. Karena saat ini satu batang tebu seharga Rp 1.000. Biasanya saya bisa menghabiskan 40 batang dalam sehari. Kalau saya memiliki ladang tebu, mungkin itu sedikit bisa membantu mengurangi pengeluaran. Dan mungkin saya bisa menjualkannya ke penjual es tebu yang lain,” ungkapnya.

Yalid menuturkan, saat ini kendala ia berjualan adalah mulai sulit mencari mendapatkan tebu.

“Menjual es tebu sering dianggap sepele sama orang-orang. Ya, karena kan harganya yang cuma Rp 3.000 per gelas. Tapi mereka tidak melihat berapa penjualan dalam sehari,” jelasnya.

Dia pun berpesan, jangan pernah menganggap sepele setiap usaha yang baik, karena semuanya pasti bisa mendatangkan rezeki. (azmie/hm16)

Related Articles

Latest Articles