19.1 C
New York
Wednesday, May 22, 2024

Pasar Keuangan Sepekan ke Depan Diselimuti Agenda Penting

Medan, MISTAR.ID

Pasar keuangan selama sepekan ke depan akan diselimuti agenda penting. Dimana, kinerja pasar keuangan diroyeksikan bergerak sangat volatile (perubahan harga yang mengalami naik turun secara cepat).

Analis Keuangan Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan, salah satu yang akan berpengaruh besar terhadap pasar keuangan adalah pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) di akhir pekan.

Namun, sebelum ke akhir pekan akan ada rilis pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga, yang diproyeksikan tumbuh signifikan di atas 4,5%. Selanjutnya ada rilis data PCE Price Index yang akan menjadi gambaran bagaimana sikap Gubernur The FED di akhir pekan.

“Di Asia sendiri, akan ada rilis pertumbuhan ekonomi India yang di kuartal kedua mampu tumbuh 7,8%. Jika pertumbuhan tersebut mampu dipertahankan, pasar keuangan di Asia berpeluang menguat. Namun untuk perdagangan di awal pekan ini, kinerja pasar keuangan masih diwarnai dengan potensi tekanan khususnya yang berpeluang terjadi pada mata uang Rupiah,” ujarnya, Senin (27/11/23).

Baca Juga : Pasar Keuangan Awal Pekan Ini Diselimuti Kabar Baik

Gunawan mengatakan, setelah perayaan thanksgiving di AS, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun mengalami penguatan. Pada sesi perdagangan di Asia pagi ini, US Treasury 10 YR imbal hasinya berada di level 4,51%.

Sangat berpeluang menjadi beban bagi mata uang Rupiah. Sekali pun Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa terjadi aliran dana masuk atau capital inflow yang besar di pasar surat berharga negara.

“Dengan kenaikan imbal hasil tersebut, mata uang Rupiah berpeluang untuk kembali diperdagangkan di kisaran 15.600 per US Dolar. Peluang rupiah untuk melemah sangat terbuka pada hari ini. Rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 15.520 hingga 15.600 per US Dolar. Sementara pada sesi perdagangan pagi ini, Rupiah ditransaksikan menguat di kisaran level 15.530 per US Dolar,” sebutnya.

Baca Juga : Akhir Pekan, IHSG Diproyeksikan Melemah dan Rupiah Berpotensi Menguat

Di sisi lain, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak sideways dengan potensi mengikuti pergerakan bursa Asia yang melemah dan berpeluang menguji level psikologis 7.000. Jika mampu menembus level tersebut, IHSG sangat berpeluang untuk turun hingga ke level 6.950.

“IHSG pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka menguat di kisaran level 6.930. Selama sepekan ke depan, pasar keuangan pada dasarnya akan lebih banyak diguyur sentimen positif,” imbuhnya.

Sementara itu, kinerja harga emas di akhir pekan kemarin mampu menembus level $2.000 per ons troy. Pada sesi perdagangan pagi ini harga emas kian menjauh dan diiperdagangkan di level $2.013 per ons troy. Harga emas memiliki peluang untuk menguat dalam jangka menengah seiring dengan meningkatnya tekanan pada mata uang US Dolar. (anita/hm24)

Related Articles

Latest Articles