13.5 C
New York
Monday, April 15, 2024

Apindo Soroti Risiko Inflasi, Gejolak Harga Pangan Jelang Ramadan

Jakarta, MISTAR.ID

Kalangan pengusaha optimistis inflasi bakal terkendali pada periode Ramadan 2024, meski sinyal gejolak harga pangan mulai terlihat dalam beberapa pekan sebelum Ramadan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pemerintah selama ini telah memiliki banyak instrumen pengendalian inflasi seperti melalui operasi pasar, relaksasi impor pangan, hingga mengakomodir kelancaraan distribusi pangan.

Menurutnya, instrumen-instrumen tersebut terbukti cukup efektif mengendalikan inflasi. “Kami rasa tidak ada kekhawatiran besar bahwa inflasi akan meningkat secara out of control di periode Ramadan, meskipun dalam tingkat suku bunga yang ada saat ini,” ujar Shinta dilansir, Kamis (21/2/24).

Shinta memperkirakan risiko inflasi pada periode Ramadan bakal berada di koridor aman. Sebab, dia merujuk pada inflasi nasional Januari 2024 sebesar 2,57% (YoY) masih masuk dalam target inflasi 2,5% plus minus 1%.

“Jadi kalau pun naik hingga 40 bps masih tergolong suportif terhadap pertumbuhan,” ucapnya.

Baca Juga : Harga Pangan Naik, Sumut akan Cetak Inflasi di Bawah 0,2 Persen

Kendati begitu, dia menekankan bahwa stabilitas inflasi pada periode Ramadan bakal terjaga dengan syarat tidak ada sumber inflasi lain seperti imported inflation (kenaikan harga di luar negeri) atau cost-push inflation (lonjakan biaya produksi).

Untuk diketahi, deretan bahan pangan mulai menunjukkan tren kenaikan harga, mulai dari beras, cabai, minyak goreng dan gula pasir. Adapun rata-rata harga beras medium hari ini sudah berada di level Rp14.140 per kilogram. Begitu juga dengan harga beras premium yang menyentuh Rp16.210 per kilogram. (bc/hm24)

Related Articles

Latest Articles