PPK Proyek Berbiaya Rp28 Miliar yang Merusak Jalan di Sidikalang Bungkam
![journalist-avatar-top](/_next/image?url=%2Fimages%2Fdefault-avatar.png&w=64&q=75)
![ppk_proyek_berbiaya_rp28_miliar_yang_merusak_jalan_di_sidikalang_bungkam](/_next/image?url=https%3A%2F%2Ffiles-manager.mistar.id%2Fuploads%2FMISTAR%2Fnews%2Fppk_proyek_berbiaya_rp28_miliar_yang_merusak_jalan_di_sidikalang_bungkam.jpg&w=1920&q=75)
ppk proyek berbiaya rp28 miliar yang merusak jalan di sidikalang bungkam
Dairi, MISTAR.ID
Warga Kabupaten Dairi mengeluhkan sejumlah kerusakan badan jalan di sejumlah titik ruas jalan di Kota Sidikalang, dampak pekerjaan galian proyek pembangunan jaringan perpipaan dan bangunan pendukung sistem penyediaan air minum (SPAM) dan instalasi pengolahan air (IPA). Keluhan disampaikan pengendara dan warga permukiman di titik lokasi pekerjaan, dimana kondisi badan jalan berlubang dan dinilai mengancam keselamatan umum.
Dampak dimaksud sejumlah bahu jalan bekas galian diduga tidak dipadatkan kembali, hingga menjadi lembek serta berpotensi jebakan pada kendaraan melintas.
“Demikian juga badan jalan yang digali sempat terbiarkan menganga tanpa ada rambu-rambu. Lalu ada pipa dipasang tetapi bekas kerukan tak dipadatkan menyebabkan badan jalan berlubang yang selalu dihindari pengendara dan mengancam keselamatan mereka,” ucapnya.
Hizkia Pasaribu selaku pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek itu bungkam saat dikonfirmasi, Selasa (11/6/24). Berulang kali ditelepon ke nomornya 0813 XXXX XX04, tak ia gubris.
Baca Juga : Kadis PUPR: Sisa Proyek Multiyears di Sumut Tetap Dilanjutkan
Kerusakan badan dan bahu dampak pekerjaan, Pemerintah Kabupaten Dairi telah menyurati PPK agar memerintahkan pelaksana untuk segera memulihkan kondisi bekas galian tersebu atau dipadatkan.
Dikutip dari laman LPSE Kementarian PUPR, nama paket disebutkan Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Bangunan Pendukung SPAM Sidikalang Kabupaten Dairi dan
Pekerjaan Konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, satuan kerja pelaksana prasarana permukiman wilayah III Provinsi Sumatera Utara, dengan pagu Rp28 Milliarm sumber dana APBN 2023 dikerjalan oleh PT Razasa Karya.
Sejumlah awak media yang sengaja turun ke lokasi proyek, tidak ada satu pun pekerja memberikan keterangan soal progres dan terkait spesifikasi pekerjaan yang mereka laksanakan. (manru/hm24)
PREVIOUS ARTICLE
Aksi Donor Polres Samosir Berhasil Kumpulkan 164 Kantong Darah![journalist-avatar-bottom](/_next/image?url=%2Fimages%2Fdefault-avatar.png&w=256&q=75)