6.2 C
New York
Tuesday, January 31, 2023

Gubernur Edy Imbau Peternak Jangan Transaksi Jual Beli Babi Antar Provinsi

Medan, MISTAR.ID

Pascaribuan hewan ternak babi asal Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang mati mendadak akibat Flu Babi Afrika (African Swine Flu/ASF), Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengimbau peternakan untuk tidak melakukan transaksi jual-beli antar provinsi.

Ditekankan Edy, sampai saat ini perdagangan hewan ternak babi antar provinsi belum diperbolehkan. Lantaran virus Flu Babi Afrika masih belum selesai.

“Rakyat selalu diingatkan bahwa wabah ini belum selesai. Dan, ini bukan (virus atau penyakit) baru. Sampai sekarang belum diizinkan babi dari luar ke dalam. Kemudian, babi dari dalam dijual ke luar,” kata Gubernur Edy kepada wartawan di depan Aula Tengku Rizal Nurdin di Jalan Jendral Sudirman Kota Medan, Kamis (1/12/22) sore.

Hingga saat ini, diungkapkan Edy, Pemerintah Provinsi Sumut sudah turun melakukan penanganan hewan ternak tersebut terutama melakukan vaksinasi.

Baca Juga:Dinkes Sumut Waspadai Flu Babi G4 Jenis Baru

“Selalu kita lakukan vaksinasi, vaksin hingga saat ini jalan. Kalau rakyat tidak bersih, seperti inilah jadinya,” ujarnya.

Kembali Edy mengingatkan, bahwa peristiwa ini bukan hal baru. Maka dari itu, kembali mantan Ketua PSSI ini mengingatkan agar masyarakat terutama peternak untuk waspada.

“Tidak hal baru ini, jadi harus waspada. Rawat benar binatang itu, tidak menjadi rugi karena mati. Ada sektor-sektor RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) ada yang tepat untuk memelihara ternak, taat itu. Kandangnya harus bersih, jenis makanannya. Sehingga binatang itu sehat,” jelas Gubernur Edy.

Gubernur Edy menambahkan, untuk saat ini, peternakan babi harus ikut aturan terlebih dahulu aturan yang dilakukan pemerintah daerah. Baik Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga:Waspadai Virus Flu Babi G4 EA H1N1

“Ikuti aturan, tidak diperbolehkan barang kita jual ke luar dan sama-sama kita ikuti,” tukasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, menjelang Natal dan Tahun Baru, sebanyak 2.000 ekor babi di Kota Medan dan di Kabupaten Deli Serdang mendadak mati karena disebabkan Flu Babi Afrika (African Swine Flu/ASF).

Hal itu dikeluhkan para peternak babi yang membuat mereka terus merugi. Ketua Gerakan Peternak Babi Indonesia (PBI) Heri Ginting mengatakan, akibat kematian ribuan babi tersebut, peternak mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp8 miliar.

Baca Juga:Flu Afrika Serang Babi di Agam

“Total babi yang mati lebih kurang 2.000 ekor. Gejalanya hampir mirip flu babi,” ujarnya, Rabu (30/11/22).

Dikatakan Heri, ribuan babi mati sejak September 2022 lalu. Kondisi itu sengat merugikan peternak, apalagi permintaan daging babi meningkat jelang Natal dan Tahun Baru.

“Produksi daging babi berkurang hingga mencapai 50 persen,” katanya.(anita/hm10)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,690FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles