7.9 C
New York
Friday, April 19, 2024

‘Buang-buang Waktu’ Milik Nidji Disajikan Lebih Segar

Jakarta, MISTAR.ID

Sebagai bentuk perayaan telah bermusik selama 22, Nidji memperkenalkan single terbaru mereka dengan judul ‘Buang Buang Waktu’. Lagu ini hasil karya dari Guruh Soekarnoputra.

Buang-buang Waktu tidak hanya diaransemen untuk menarik pendengar musik tanah air, tetapi juga untuk memberikan variasi musik baru bagi pendengar karena disajikan lebih segar.

“Kehidupan kita penuh dengan tantangan dan kejutan, semoga lagu ini bisa memberikan semangat dan mengingatkan kita bahwa meskipun kita mengalami kesulitan, kita masih bisa melangkah ke depan,” ujar Ubay, vokalis Nidji, di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (26/2/24).

“Lagu ini lahir dari refleksi tentang pengalaman hidup yang banyak orang alami. Terkadang kita merasa frustasi, bingung, dan kecewa dengan arah hidup kita,” tambahnya.

Baca juga: “Sesaat Menghilang” Duo KAV Project Kembali

Buang-buang Waktu memiliki aransemen musik uplifting yang terinspirasi oleh musik Eropa-British yang telah menjadi ciri khas dari Nidji.

Ubay menekankan bahwa lagu ini memiliki makna mendalam, salah satunya adalah ajakan untuk tetap melihat sisi positif dan bersyukur atas segala hal yang terjadi dalam hidup.

“Meskipun kita dihadapkan pada situasi yang tidak sesuai harapan, lagu ini mengingatkan kita untuk tetap bersyukur dan melihat segalanya dari perspektif yang berbeda,” tambah Ubay.

Terkait pembuatan lagu, Nidji menghadapi berbagai tantangan. Namun, menurut Ubay, hal tersebut justru menjadi motivasi bagi mereka untuk menciptakan lagu yang dapat diterima oleh banyak orang.

Baca juga: John Lennon Kembali di Musik Now and Then, Dibantu AI

“Kami banyak berdiskusi untuk menentukan arah musiknya. Semua proses pengerjaan dilakukan di studio, dan kami terus berkomunikasi dengan tim dari Mas GSP (Guruh Soekarnoputra) melalui AnR Musica,” ungkap Ubay.

Dengan semangat tersebut, Nidji berkomitmen untuk tetap menampilkan identitas musik mereka yang khas dan memberikan semangat baru bagi industri musik Indonesia. (Kumparan/hm20)

Related Articles

Latest Articles