10.5 C
New York
Tuesday, January 31, 2023

Bursa Eropa Mulai Menghijau

Jakarta, MISTAR.ID

Bursa saham Eropa kembali menghijau. Bursa ini kembali melanjutkan kenaikannya, Selasa (24/1/23) dan masih didorong sentimen oleh ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve.

Penguatan terus berlanjut meskipun bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) diperkirakan akan tetap mempertahankan sikap agresif nya terhadap inflasi.

Investor juga bereaksi terhadap data yang menunjukkan moral konsumen Jerman yang meningkat selama empat bulan berturut-turut akibat harga energi yang turun.

Baca Juga:Bursa Saham Kembali Dibayangi Tekanan

Indeks Stoxx 600 di Eropa terpantau naik 0,07% ke level 454,79. Kemudian indeks Xetra Dax di Frankruft Jerman juga naik tipis 0,03% ke level 15107,15. Data lain yang dirilis dari Jerman hari ini menunjukkan sektor jasa kembali berekspansi untuk pertama kalinya dalam 8 bulan terakhir. S&P Global melaporkan purchasing managers’ index (PMI) jasa Jerman naik menjadi 50,4 pada Januari 2023, dari bulan sebelumnya 49,2.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawah 50 artinya kontraksi, di atasnya adalah ekspansi.

Berbeda dengan sektor jasa, PMI manufaktur Jerman masih mengalami kontraksi, dengan angka 47 turun dari sebelumnya 47,1. Berbanding terbalik dengan Jerman, PMI manufaktur Prancis justru berekspansi untuk pertama kalinya dalam 7 bulan terakhir, sementara sektor jasa masih kontraksi.

Tanda tersebut menunjukkan tanda-tanda membaiknya perekonomian Eropa, meski masih belum menyeluruh.

Berbeda dengan bursa saham Eropa lainnya, Indeks FTSE 100 di London mengalami penurunan 0,43% ke level 7751,30. Disebabkan oleh penurunan pada saham-saham farmasi. Produsen obat Astrazeneca dan GSK masing-masing turun 2,2% dan 0,8%.

Lebih lanjut, Indeks Xetra Dax masih bisa menguat di tengah rilis data Indikator Iklim Konsumen GfK di Jerman yang naik menjadi -33,9 menjelang Februari 2023 lebih baik dibandingkan -37,6 pada bulan Januari. Mengikuti harga energi yang mulai turun. Sebelum itu, Indeks Iklim Konsumen Gfk pernah berada di rekor terendah nya yaitu -42,8 pada bulan Oktober 2022 di tengah harga energi yang tinggi.

Baca Juga:IHSG Menguat Ikuti Kenaikan Bursa Saham Global

” Penurunan harga energi telah memastikan bahwa sentimen konsumen tidak terlalu suram” ungkap Rolf Burkl, pakar konsumen GfK, dilansir dari Trading Economics.

“Namun demikian, tahun 2023 akan tetap sulit bagi perekonomian domestik Jerman. Konsumsi swasta tidak akan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan tahun ini. Ini juga ditandai dengan level indikator yang masih sangat rendah,” sebutnya.(cnbc/hm12)

 

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,687FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles