24.3 C
New York
Thursday, June 13, 2024

Otak Manusia Ternyata Menyimpan Data 10 Kali Lebih Banyak dari Perkiraan

Jakarta, MISTAR.ID

Para peneliti mengembangkan metode untuk mengukur kekuatan sinaptik, ketepatan plastisitas, dan penyimpanan informasi di otak. Dengan menggunakan teori informasi, peneliti menemukan bahwa sinapsis dapat menyimpan informasi 10 kali lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dalam studi baru, para peneliti mengembangkan metode yang sangat tepat untuk menilai kekuatan hubungan antar neuron di bagian otak tikus. Sinapsis membentuk dasar pembelajaran dan memori, karena sel-sel otak berkomunikasi pada titik-titik ini dan dengan demikian menyimpan dan berbagi informasi.

Dengan lebih memahami bagaimana sinapsis menguat dan melemah, dan seberapa besar sinapsis tersebut, para ilmuwan dapat menghitung dengan lebih tepat berapa banyak informasi yang dapat disimpan oleh koneksi ini.

Baca Juga : Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultur di Humbahas Diharapkan Memajukan Petani

Hasil penelitian tersebut diterbitkan baru-baru ini di jurnal Neural Computation. Langkah penelitian di otak manusia, terdapat lebih dari 100 triliun sinapsis antar neuron. Pembawa pesan kimiawi diluncurkan melalui sinapsis ini, memfasilitasi transfer informasi ke seluruh otak. Saat kita belajar, transfer informasi melalui sinapsis tertentu meningkat. “Penguatan” sinapsis ini memungkinkan kita menyimpan informasi baru.

Secara umum, sinapsis menguat atau melemah sebagai respons terhadap seberapa aktif neuron penyusunnya — sebuah fenomena yang disebut plastisitas sinaptik. Namun, seiring bertambahnya usia atau berkembangnya penyakit neurologis, seperti Alzheimer, sinapsis kita menjadi kurang aktif sehingga melemah, sehingga menurunkan kinerja kognitif dan kemampuan kita untuk menyimpan dan mengambil ingatan.

Analisis menunjukkan bahwa sinapsis di hipokampus dapat menyimpan antara 4,1 dan 4,6 bit informasi. Para peneliti telah mencapai kesimpulan serupa dalam penelitian sebelumnya terhadap otak tikus, namun pada saat itu, mereka mengolah data dengan metode yang kurang tepat. Studi baru ini membantu mengkonfirmasi asumsi banyak ahli saraf bahwa sinapsis masing-masing membawa lebih dari satu bit. (kc/hm24)

Syahrial Siregar
Syahrial Siregar
Alumni STIK-P Medan. Menjadi jurnalis sejak 2008 dan sekarang redaktur untuk portal mistar.id

Related Articles

Latest Articles