13.9 C
New York
Friday, April 12, 2024

Badai Matahari Matikan Sinyal Radio

Los Angeles, MISTAR.ID

Letusan besar di permukaan Matahari terjadi cukup kuat, sehingga mematikan sinyal radio gelombang pendek di Samudera Pasifik.

Ilmuwan menyebutkan letusan tersebut berasal dari bawah permukaan Matahari pada Kamis (28/3/24) lalu. Menggunakan satelit milik National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), letusan terdeteksi sebagai letusan kelas X1.1.

Menurut NASA, letusan kelas X merupakan jenis letusan paling kuat yang dapat dihasilkan oleh Matahari.

“Badai Matahari ini sangat kuat sehingga menyebabkan matinya sinyal radio,” seperti yang tertulis di SpaceWeather, Senin (1/4/24).

Letusan Matahari juga disertai dengan pelepasan plasma yang sangat besar, yang dikenal sebagai coronal mass ejection (CME). Awalnya, ilmuwan NOAA khawatir bahwa CME akan bertabrakan dengan Bumi dan berpotensi mengakibatkan badai geomagnetik.

Baca juga: Siklus Matahari 25 Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Jika terjadi, badai geomagnetik yang dapat mempengaruhi satelit, komunikasi radio, dan infrastruktur lainnya. Namun, untungnya, hal tersebut tidak terjadi.

Letusan Matahari sendiri adalah fenomena ledakan besar yang terjadi di permukaan Matahari dan melepaskan radiasi elektromagnetik yang besar. Banyaknya peristiwa Matahari yang terjadi secara berturut-turut membuat ilmuwan berpikir bahwa Matahari mungkin telah memasuki puncak aktivitas ledakan, yang dikenal sebagai solar maksimum.

Letusan kelas X paling sering terjadi saat Matahari mencapai puncak aktivitasnya, yang merupakan bagian dari siklus 11 tahun Matahari. Sejauh ini, di tahun 2024 sudah terjadi tujuh letusan kelas X. (SpaceWeather/hm20)

Related Articles

Latest Articles