31.8 C
New York
Monday, June 24, 2024

Membuka Ruang Ekspresi dan Pelestarian Budaya, Seniman Sumut Apresiasi PT STTC

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Suara musik angklung berpadu saronen, kempul dan terompet menyatu menghentak para pemain reog.

Gerakan selaras antara musik dan gerakan hentak yang keras para pemain menyatu dalam khas reog jaranan. Gerakan mereka sontak memukau para penonton di Lapangan Adam Malik, saat memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu.

Mereka para seniman dalam Persatuan Seniman Reog Jaranan (PSRJ) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ikut berpartisipasi memeriahkan acara itu bersama para seniman lainnya.

Baca juga:Sinergitas Pemerintah dengan STTC Mampu Membangun Kota Siantar

Bagi mereka ikut memeriahkan bukan hanya sekedar penampilan, tetapi ada rasa bangga dan bahagia, bahwa seni dan budaya mendapat ruang untuk berekspresi.

Ketua PSRJ Provinsi Sumut, Alexsander Lie mengucapkan rasa terima kasih karena di acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Kota Pematangsiantar para seniman bisa menunjukkan betapa indah seni dan budaya Indonesia.

“Terima kasih kepada Pemko Pematangsiantar yang disponsori oleh PT Sumatra Tobacco Trading Company (STTC) telah memberikan dukungannya agar kami bisa berpartisipasi dalam HUT Kota Pematangsiantar,” ujar Alexander.

Sebagaimana diketahui HUT Kota Pematangsiantar disponsori penuh oleh PT STTC. Penampilan para seniman untuk memeriahkan acara sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia.

Baca juga:HUT Kota Siantar, D’Bagindas Band: Terima Kasih STTC

“Tampilan grup reog menjadi bagian dalam upaya pelestarian warisan budaya nusantara. Juga mempercepat agar reog diakui di UNESCO,” papar Alexander kepada mistar.id, Jumat (17/5/24).

Alexsander juga menyampaikan terima kasih kepada Pemko Pematangsiantar maupun PT STTC yang telah mendukung kesenian reog, sehingga terus bertahan dan terus memperkenalkan kesenian asal Ponorogo, Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu kepada masyarakat.

“Reog yang awalnya lebih mengedepankan unsur-unsur mistis di dalamnya, perlahan-lahan mulai dihilangkan dengan lebih menonjolkan unsur seni dan estetikanya. Termasuk beberapa perubahan lainnya, sehingga berbentuk seperti reog saat ini,” jelasnya.

Lanjut Alexsander, pihaknya bangga bisa tampil dalam acara HUT Kota Pematangsiantar dan mengharapkan kesenian reog tidak punah ditelan zaman.

Baca juga:Malam Puncak HUT Kota Siantar, Wali Kota: Terima Kasih Kepada PT STTC

“Senang bisa menjadi bagian dalam melestarikan seni reog supaya tidak punah,” imbuhnya

Antusiasme penonton untuk menyaksikan pergelaran reog pada HUT Kota Pematangsiantar sangat luar biasa, di mana penonton membludak untuk menyaksikan pagelaran tersebut. (abdi/hm16)

Related Articles

Latest Articles